Setelah database pelanggan tersinkronisasi, Langkah 6 memungkinkan Anda untuk mengelola modem/ONU pelanggan secara remote langsung dari dashboard Sebilling.
1. Konfigurasi TR-069 pada Modem / ONT (Server Genieacs sebilling)
Agar dapat menggunakan fitur GenieACS, Anda harus memiliki ID GenieACS terlebih dahulu. Untuk mendapatkan ID tersebut, silakan ikuti langkah-langkah berikut:
Login ke halaman admin modem/ONT, kemudian masuk ke menu Status → Network Interface dan lakukan screenshot pada halaman yang menampilkan informasi DNS dan Gateway, lalu kirimkan screenshot tersebut kepada Admin Sebilling untuk proses registrasi ID GenieACS, setelah itu Admin Sebilling akan mengirimkan ID GenieACS beserta URL ACS yang akan digunakan.

Selanjutnya masuk ke menu Network → WAN, kemudian edit koneksi PPPoE yang sudah ada atau buat koneksi baru dengan mengatur Service List menjadi TR-069_INTERNET, lalu klik Apply/Save untuk menyimpan konfigurasi.

Masuk ke menu Remote Management / TR-069 dan masukkan parameter berikut:
Enable TR-069: Aktif (Checked)
ACS URL: (Isi sesuai URL yang diberikan oleh Admin Sebilling)
Username: (Isi sesuai username dari Admin Sebilling)
Password: (Isi sesuai password dari Admin Sebilling)
Connection Request Username: (Isi sesuai informasi dari Admin Sebilling)
Connection Request Password: 123
Enable Periodic Inform: Aktif (Checked)
Periodic Inform Interval: 225

Setelah seluruh parameter diisi dengan benar, klik Submit/Apply, kemudian lakukan reboot perangkat agar konfigurasi tersimpan dengan sempurna dan perangkat dapat terhubung ke server GenieACS.
2. Konfigurasi TR-069 pada Modem / ONT (Server Genieacs mandiri)
Jika anda telah miliki server Genieacs. Anda dapat menghubungkannya ke sistem sebilling melalui langkah-langkah berikut:
Pastikan port 7557 milik API genieacs telah di publlic.
Masuk ke halaman Admin → Virtual Parameters. Kemudian klik New untuk menambahkan Virtual Parameter baru dengan nama encodeID dan masukkan script dibawah ini untuk normalisasi DeviceID.
let id = declare("DeviceID.ID", {value: 1});
if (!id.value || id.value.length === 0) {
return {writable: false, value: ["", "xsd:string"]};
}
let original = id.value[0];
let normalized = original;
if (original.includes("%")) {
normalized = original.replace(/%/g, "%25");
}
return {writable: false, value: [normalized, "xsd:string"]};
Selanjutnya tambahkan kembali Virtual Parameter baru untuk membuat ID GenieACS dengan mengganti nilai
"N/A"pada script menjadi nama Anda atau nama WiFi yang akan dijadikan sebagai ID GenieACS, kemudian simpan konfigurasi tersebut.
let ID_Genieacs = "N/A";
return {
writable: false,
value: ID_Genieacs
};
Setelah kedua Virtual Parameter berhasil dibuat, masuk ke menu Admin → Provisions → default → Show, lalu tambahkan script deklarasi Virtual Parameter (encodeID dan IdGenieacs) ke dalam provision default agar parameter tersebut dapat dipanggil secara otomatis oleh sistem, kemudian simpan perubahan.
const timeAfter5Min = Date.now() + (3 * 60 * 1000);
declare("VirtualParameters.encodeID",{path: timeAfter5Min, value: timeAfter5Min});
declare("VirtualParameters.getIpMikrotik",{path: timeAfter5Min, value: timeAfter5Min});
Masuk ke dashboard sebilling, Kemudian masuk ke menu Genieacs → Konfigurasi Server Genieacs, lalu pilih opsi Server Sendiri.
Pada kolom URL GenieACS API, isi dengan domain (jika menggunakan tunnel) atau IP publik beserta portnya, misalnya
http://123.169.10.24:7557Pada bagian Mapping Parameter, isi setiap path sesuai dengan nama Virtual Parameter yang ada di server GenieACS anda, contoh:
Path ID GenieACS diisi:
VirtualParameters.IdGenieacs._valuePath Modem ID diisi:
VirtualParameters.encodeID._valuePath IP PPPoE diisi:
VirtualParameters.getIPPPPoE._valuePath MAC Address diisi:
VirtualParameters.getMAC._valuePath LAN Host diisi:
InternetGatewayDevice.LANDevice.1.Hosts.HostPath SSID diisi:
InternetGatewayDevice.LANDevice.1.WLANConfiguration.1.SSID._valuePath WiFi Password diisi:
VirtualParameters.changePassword._valuePath Rx Power diisi:
VirtualParameters.getRXPower._valuePath Tx Power diisi:
VirtualParameters.getTXPower._valuePastikan setiap path diakhiri dengan
._valuesesuai format Virtual Parameter yang anda miliki, kemudian klik Simpan.

3. Menghubungkan ID ke Sistem Billing
Terakhir, agar sistem billing tahu modem mana milik pelanggan siapa, Anda harus memasukkan ID GenieACS ke data Router di dashboard Sebilling.
Gunakan menu Daftar Router untuk memastikan ID sudah terinput dengan benar pada kolom yang tersedia.
Periksa halaman GenieACS. kemudian klik tombol “Sinkronkan” untuk memastikan modem terdaftar dan tersinkronisasi.
4. Keuntungan Integrasi GenieAcs
Remote Reset: Restart modem pelanggan dari kantor Anda.
Monitoring Signal: Cek kualitas redaman kabel fiber optik secara real-time.
Auto-Config: Setting SSID dan Password Wi-Fi pelanggan tanpa perlu ke rumah mereka.